Minggu, 29 Januari 2017

Lv 999 Villager - Prolog



Lv 999 Villager - Prolog


“Pendapatan hari ini adalah...800 Silver? Bukankah ini jumlah yang tidak biasa disekitar sini?”

Kagami bergumam saat berada di hutan pinggiran kota, membawa satu tas berisikan Gold berukuran dua kepal tangan.

Disaat yang sama, dia menyadari bahwa dirinya telah melawan monsters hingga sore tanpa makan. Dia memutuskan untuk beristirahat, menyimpan pedangnya dekat pohon dan duduk bersandar pada sebuah tunggul pohon.

Walaupun dia merasa kelelahan, saat dia membayangkan bagaimana dia akan menghabiskan uang yang telah didapatnya, hatinya berdegup kencang karena senang.

Dengan uang yang telah dikumpulkannya selama ini, dia bisa mempekerjakan seorang asisten rumah tangga eksklusif atau mengelola sebuah kasino. Dia juga bisa menjadi seorang entertainer, atau sesuatu yang lebih luar biasa. Orang biasa mungkin akan berakhir menggunakan uangnya untuk keadaan terdesak dan tidak akan bisa menyimpan sejumlah uang yang sangat banyak.

Kagami Kouji. Dia bukan dari sebuah keluarga yang mengagumkan; orang tuanya mengelola toko jahit biasa dan telah meninggal ketika dia masih kecil, menjadikan dirinya seorang yatim piatu.

Yang dipegang oleh pemuda ini sekarang adalah...800 Silver. Jumlah ini hampir setengah dari pendapatan seorang penjahit dalam satu tahun, dan dia mendapatkannya hanya dalam satu hari. Dia duduk diatas tunggul pohon, memegang tas berisikan Gold dengan bingung.

Tentu saja, dia tidak hanya mempunyai 800 Silver. Dia telah berhasil mengumpulkan 5480 Gold, dan di dunia ini, dimana dikatakan bahwa orang biasa rata-rata hanya menggunakan 50 Gold selama hidupnya, dia mempunyai keberuntungan yang besar.

Jika Kagami, seorang anak yang lahir dari keluarga penjahit biasa, berkata bahwa dirinya orang yang kaya, satu yang bisa dikatakan “Ini adalah hidup yang layak.”

Kagami menyadari bahwa jika kau mengalahkan monster di dunia ini, maka kau bisa mendapatkan uang. Dunia yang telah tumbuh dengan lahirnya konsep “Status”, dan monster yang bisa dikatakan muncul disaat yang bersamaan. Walaupun alasan untuk hal ini tidak diketahui, situasi ini sudah menjadi hal yang normal.

Kau mendapatkan uang dari mengalahkan monster, dan jika kota mengeluarkan Quest untuk mengalahkan monster tertentu, maka kau akan mendapatkan lebih banyak Gold sebagai bonus.

Ini adalah hal yang disadari oleh Kagami ketika dirinya berusia 2 tahun. Dia, tanpa sengaja, bertemu dengan monster paling lemah dan paling dikenal, Green Slime, yang telah memasuki desa.

Kagami mengetahui bahwa monster adalah makhluk yang berbahaya lalu melemparkan tongkat juga batu yang dia ambil dari tanah yang ada di sekitarnya. Dengan begini, tanpa harus melawannya secara langsung, dia mengalahkan Green Slime tanpa terluka.

Pada saat yang bersamaan dia mendapatkan 80 Bronze, salah satu mata uang di dunia ini.

Gold, Silver, dan Bronze. 1 Gold sama dngan 1000 Silver, dan 1 Silver sama dengan 1000 Bronze.
80 Bronze adalah jumlah yang Kagami dapatkan dari orang tuanya seminggu sekali, dan cukup untuk membeli 2 potong Candy untuknya.

Tentusaja, ini bukan jumlah uang yang banyak. Akan tetapi, walaupun Candy murah, ini adalah makanan yang paling disenangi oleh Kagami, jadi 80 Bronze yang bisa dipakainya untuk membeli 2 potong Candy terlihat seperti jumlah yang sangat banyak di matanya.

Ini menyebabkan Kagami berfikir bahawa mendapatkan uang adalah hal yang sangat mudah.

Akan tetapi, mendapatkan uang dari melawan monster sama dengan menantang maut.

“Papaaaaaaa!”

“Anakkuuuu!”

Kenyataannya, banyak sekali orang yang terbunuh oleh monster.

Orang yang terbunuh oleh Green Slime, yang bisa dikatakan sebagai monster paling lemah, mungkin adalah jumlah terbanyak.

Sebenarnya, Kagami berpapasan dengan orang tua dan anak yang terlihat seperti akan diserang oleh Green Slime.

Meskipun Kagami, pada saat pertama kali, mengalahkan Green Slime dengan melemparinya, jika dia memukulnya dengan tangan kosong maka dialah yang akan mati.

Walaupun mereka disebut sebagai yang terlemah, monster tetaplah berbahaya dan dapat menyebabkan kematian.

Green Slime menggunakan racun. Apa yang akan terjadi jika mereka menyerang dengan jumlah yang banyak? Maka tentu saja itu akan menjadi situasi yang membahayakan.

Saat Kagami memperhatikan pasangan orang tua dan anak itu, dia menyadari bahwa mereka tidak mempunya pengalaman bertarung.

Jika seseorang mempunyai pengalaman bertarung, maka posturnya tidak akan kaku. Sangat jelas bahwa orang tua anak itu tumbuh tanpa mempunyai pengalaman melawan monster hingga sekarang.

Itu tidak aneh. Di dunia ini, adalah hal yang biasa hidup tanpa bertemu dengan monster. Tanpa pengalaman, maka kemungkinan akan terbunuh sangat tinggi.

Bagaimanapun juga, jika situasi ini tidak berubah, mereka akan terbunuh oleh para Green Slime.
Pertama-tama mereka akan menerima pukulan yang keras, seakan tertubruk oleh sebuah bola besi, lalu mati karena keracunan.

Akan tetapi, ini hanya akan terjadi jika kau adalah Level 1.

Level seseorang adalah nilai perkembangan numerik yang diberikan pada mereka oleh God di dunia ini. Jumlahnya sebanding dengan kemampuan fisik seseorang dan ini memungkinkan orang-orang untuk mendapatkan Skill dan Magic, tergantung pada lingkungan hidup seseorang. Bahkan ada beberapa orang yang mendapatkan Job, diberikan oleh God.

Untuk serangan Green Slime yang terasa seperti pukulan dari sebuah bola besi, orang yang berlevel 5 hanya akan merasa seperti dilempari oleh bola salju. Akan tetapi, dengan kemungkinan Level pasangan orang tua dan anak itu rendah, Kagami dengan mudahnya menyerang Green Slime.

Di dunia ini ada 8 macam Job yang pantas disebut sebagai Job yang berguna: [Warrior], [Martial Artist], [Priest], [Magician], [Thief], [Merchant], [Hunter], dan [Shaman]. Ada 3 Job yang mempunyai kekuatan spesial yang datang dari Divine Revelation : [Royalty], [Hero], dan [Sage].

Terakhir, Job dengan populasi terbanyak. Mereka lemah dan mengabdikan diri mereka untuk mengembangkan kota-kota mereka melalui Pertanian dan Penginapan...para [Villager].

Untuk [Villager], yang tidak mempunyai kekuatan untuk bertarung, mencoba hidup dari menaklukkan monster sama saja dengan bunuh diri. Mereka yang mendapatkan pengalaman bertempur melalui hal tersebut hampir tidak ada, dan Level standar [Villager] berkisar antara Level 1 sampai 5.

Apakah mereka mendapatkan Experience atau hidup dengan normal, Level 10 adalah batasan untuk [Villager].

Walaupun level orang tua itu tinggi, mereka tetap akan terbunuh karena tidak tahu bagaimana cara bertarung.

Kagami, yang segera menyadari hal ini, mengupil dan memilinnya menjadi sebuah bola lalu menyentilkannya.

Segera setelahnya, Green Slime tiba-tiba hancur hingga mati.

Pasangan orang tua dan anak itu ternganga karena terkejut dengan peristiwa yang membingungkan tersebut. Mereka terus menonton, tercengang, ketika potongan Green Slime terbelah dan 80 Bronze muncul dan terjatuh dari Green Slime yang telah dikalahkan.

“Iyo-Kalian tidak apa-apa? Kalian baik-baik saja? Yup, kalian tidak apa-apa.”

Kagami berjalan dengan santai ke arah pasangan orang tua dan anak itu sambil menggaruk rambut hitamnya yang pendek. Dia tidak terlihat seperti pria berusia 20 tahun yang terampil atau menarik. Malahan, dia terlihat lemah dan contoh yang sempurna dari para [Villager].

“I-Ini..Apakah kau mengalahkannya untuk menyelamatkan kami? Bagaimana kau melakukannya?”

“Aku hanya melemparkan upil pada monster itu.”

Kagami mengambil 80 Bronze yang terjatuh sambil mengatakan hal yang sulit dimengerti. Pasangan orang tua dan anak itu mempunyai pemikiran yang sama, sambil keluar keringat dingin “U...Upil?”

Apakah anak muda ini sekuat itu hingga bisa melemparkan (menyentilkan) upil dengan kekuatan sebesar itu? Atau mungkinkah upil itu yang berbahaya? Setelah menyaksikan kejadian diluar nalar dihadapan mereka, pasangan orang tua dan anak itu beranggapan pemikiran mereka terlalu remeh.

“Hey nak. Ambil ini.”

Kagami memberikan 80 Bronze yang diambilnya kepada anak itu.

“Orang yang mengalahkan Green Slime adalah orang yang berhak untuk mendapatkan 80 Bronze? Bukankah ini hebat?”

“Eh...Tidak, menurutku tidak seperti itu.”

“Ya, kau adalah definisi dari orang yang gagal dalam hidup.”

Setelah Kagami menanggapi anak tersebut, yang sebelumnya telah menatap Green Slime dengan rasa ketakutan, dia berjalan kembali menuju kota.

Pasangan orang tua dan anak itu memandangi figur kagami dari belakang dan bangkit dengan terkejut ketika mereka melihat Status Window milik Kagami.

Adalah hal yang memungkinkan bagi seseorang untuk mengatur informasi apa yang dapat terlihat pada Status Window mereka.

Biasanya, parameter yang ditampilkan pada Status Window, dan hal ini memungkinkan untuk mengetahui kelemahan seseorang. Banyak juga orang yang memperlihatkan semuanya pada Status Window untuk memamerkan kekuatan mereka.

Akan tetapi, informasi yang Kagami perlihatkan pada publik hanyalah Level dan Job yang diberikan oleh God.

Normalnya, tidak ada yang mengejutkan jika hanya memperlihatkan dua informasi ini.
Walaupun demikian, pasangan orang tua dan anak yang melihat status Kagami, sangat terkejut dengan rahang yang terbuka lebar dan mata yang hampir keluar.

Name : Kagami Kouji
Job : [Villager]
Lv : 999
Terjemahan dari SINI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar