Minggu, 29 Januari 2017

Lv 999 Villager Chapter 1



Chapter 1- Pemula yang menyatakan “Kami adalah Party  [Hero]” (Part 1)

Clear Earth, dunia Sihir dan Pedang. Di dunia ini, kematian terikat pada konsep HP.

Peraturannya sederhana.

Jika HP mu mencapai 0, kau mati. Walaupun hanya ada 1 HP tersisa, kau akan selamat, meski kau akan menderita luka yang serius.

Akan tetapi, konsep dari HP tidak sama seperti pada Game. Hanya untuk mencerminkan kebugaran seseorang.

Contohnya, melukai seseorang dengan membenturkan jidatnya berkali-kali tidak akan mengurangi HP mereka.

Pada dasarnya, HP akan berkurang jika kau mengalami damage yang besar.

Kagami mendengar hal ini dari ibunya dulu sekali, [Great Magician] ingin menunjukkan status kemampuan yang ada pada orang-orang. Seiring waktu, ini mulai menunjukkan identitas dan kelayakan seseorang, bahkan menjadi alat untuk memanipulasi orang.

Untuk Kagami, hal seperti itu tidak berguna.

Gagasan bermalas-malasan dirumah, pergi ke sisi berlawanan dari dunia menggunakan kendaraan yang dikenal sebagai Pesawat, atau memperkuat tubuhmu dengan melakukan Push Up dan Berlari sekarang hanya menjadi cerita dalam legenda.

Saat ini dia hidup di dunia dimana tidak ada seorang pun yang mengenalnya, Kagami sudah menganggap dunia ini sebagai realitinya.

Sebenarnya, Kagami menganggap dunia ini sangat hebat.

Kaga mengatakan hal yang seperti ini “Era ini adalah yang terbaik.”

Jika saja dia terlahir pada saat Era of Legend, dia pasti akan menjadi makhluk legendaris [NEET], yang dikatakan sangat ahli tidak melakukan apapun.

“Uoooooh! Hebat, orang ini hebat sekali! Dengan ini, sudah 48 kali menang?”

Realitas seperti itu telah dinikmati sepenuhnya.

Ini adalah Kagami.

90 persen Gold di dunia ini digunakan pada hiburan.

Kagami mengetahui hal ini semenjak muda.

Maka, Kagami memutuskan untuk menjadi lebih kuat, agar bisa mendapatkan Gold.

Akan tetapi, pada saat yang sama, Kagami menyadari kelemahan dirinya.

[Villager] hanya memiliki kekuatan terbatas untuk bertarung.

Bahkan jika berjuang agar bertambah kuat sebagai [Villager], Status [Villager] tidak akan sekuat Status dari orang yang memiliki job yang pantas disebut sebagai Job yang berguna.

Namun, ini hanya berlaku ketika orang-orang yang dibandingkan berada pada Level yang sama.

Jika seseorang hanya menaikkan Levelnya, bahkan [Villager] bisa mendapat cukup kekuatan untuk mengalahka Green Slime dengan upil.

Itulah mengapa Kagami dengan sungguh-sungguh terus menerus mengalahkan Green Slime dengan serangan jarak jauh hingga Levelnya meningkat. Pada pertarungan pertamanya, dia menyadari bahwa dirinya bisa mengalahkan Green Slime tanpa terluka jika tetap melawannya dengan cara pengecut menggunakan serangan jarak jauh.

Dengan Levelnya yang meningkat, dia akan terus melawan monster yang menjatuhkan Gold lebih banyak. Selama 20 tahun ini dia kekurangan tidur, dikarenakan memburu monster tanpa lelah seakan dirinya sedang kerasukan.

Sebagai hasilnya, Kagami telah mencapai Level 999.

Kini, Kagami bisa bermain-main di tempat hiburan; tempat dari era legenda masa lalu. Pada saat ini, Game Center menjadi Tanah Suci dimana hanya para millioner yang bisa bermain dikarenakan tingginya biaya yang harus dikeluarkan.

“Orang itu, siapa sebenarnya dia...?”

“Siapa yang tahu, tapi melihat permainannya, mungkin saja dia sering datang kemari. Bahkan jika dia mempunyai Job yang bermanfaat dan mengalahkan monster, dia tidak akan punya uang sebanyak itu untuk digunakan. Aku penasaran dari keluarga pedagang kaya mana dia datang?”

Pada dasarnya, Job pada Status seseorang tidak terlihat oleh masyarakat umum. Saat dua orang berbincang tentang hal yang sama, Level dan Status menjadi penting untuk menjadi pembeda. Bisa dikatakan sebagai pelanggaran norma untuk mengklaim bahwa salah satu metode perbandingan lebih unggul dari yang lainnya. Sebagai contoh, di masa lalu sering dikatakan bahwa [Villager] tidak bisa bertarung walaupun mereka membawa senjata.

Oleh karena itu, masyarakat hanya butuh mengatahui Job seseorang saat mereka menyewa Mercenary untuk menemani mereka dalam melakukan bisnis atau menghadiri sebuah pertemuan formal.

Akan tetapi, Kagami telah menyembunyikan Jobnya. Alasannya sederhana. Job [Villager] selalu diremehkan dan ditertawakan. Meskipun begitu, akan menjadi sebuah kejahatan norma untuk diungkapkan. Karena hal ini merepotkan, Jobnya tidak diperlihatkan pada publik. Jawabannya adalah uang. Selama kau mempunya uang, kau akan diperlakukan dengan baik meskipun Jobmu tidak kau perlihatkan.

“Permisi, kalian tidak terlihat seperti penonton. Ayo kita bertaruh. Zeze.”

Tingkah Kagami yang terlihat seperti bermain-main, sebenarnya karena rasa laparnya akan kompetisi.

“Ja-jangan bercanda! Kami tidak mungkin memainkan permainan dimana para Merchant biasanya bertaruh 100 Silver! Kami hanya berbincang-bincang karena kami sedang istirahat dari pekerjaan kami!”

Setelah perbincangan tersebut, Kagami meninggalkan Game Center. Sungguh bodoh bermain dengan 100 Silver, tidak ada keuntungan untuk orang-orang yang bermain normal. Uang sebanyak itu bisa digunakan untuk bermalam di penginapan kelas atas selama lima malam.

Kagami suka bermain permainan. Ada jumlah minimal uang yang dibutuhkan untuk bisa bermain. Dia suka melakukan apapun yang menurutnya menyenangkan, dan, tentu saja, berjudi adalah salah satunya.

Hal ini dikarenakan Kagami, yang telah mencapai Level 999, telah bosan mendapatkan Gold.

Mendapatkan Gold tidak menyenangkan. Dia sering kali berkata mungkin tidak buruk untuk mendapatkan pekerjaan agar bisa melakukan hal yang menyenangkan.

Jumlah Gold yang biasa didapatkan oleh seseorang dalam hidup mereka adalah 50 Gold. Kagami saat ini mempunyai 5480 Gold. Bisa dikatakan, sudah tidak ada artinya lagi untuk mendapatkan Gold. Ada batasan berapa banyak tanah yang bisa dibeli oleh seseorang, dan orang-orang dibatasi hanya boleh mempunyai maksimal dua bangunan di perkotaan dalam area Imperial City.

Tetapi, Kagami, yang selalu mengambil quest untuk memusnahkan monster, tidak empunyai tempat tinggal. Dia mempertimbangkan untuk mempekerjakan asisten rumah tangga eksklusif, tapi karena dia merasa tidak baik untuk membawa seseorang kemanapun, Kagami memutuskan untuk membatalkannya. Dan keinginannya untuk menjadi pengelola Kasino, walaupun dia akan mendapatkan uang lebih cepat daripada ketika dia mengalahkan monster, Kagami mencapai keputusan bahwa menghajar monster lebih menyenangkan.

Meskipun sedang mencari hobi baru, Kagami tetap mendapatkan Gold.

Jika Kagami ditanya apakah ada hal yang diinginkannya, mungkin dia akan berkata “Tidak”, tapi dia mempunyai alasan lain untuk menghasilkan uang.

“...4515 Gold? Masih terlalu jauh.”

Setelah meninggalkan Game Center yang didatanginya, Kagami pergi menuju papan Quest Guild, yang merupakan tujuan utamanya.

Adventurer Guild adalah organisasi yang dikenal selalu mengeluarkan Quest mengalahkan monster atas nama Imperial City, yang menguasai politik dan industri negara.

Guild memberikan bayaran untuk setiap Quest yang diselesaikan. Kagami telah menghabiskan seminggu untuk mengalahkan monster dan menyelesaikan setiap Quest, mendapatkan 5 Gold, yang merupakan jumlah yang banyak.

Walaupun 5 Gold adalah jumlah yang banyak, tapi bukan hal yang aneh orang-orang dalam Guild mempunyai uang sebanyak itu. Bahkan orang yang hanya mengandalkan kekuatan fisik dapat mengalahkan monster dengan mudah.

Normalnya, Kagami akan menyembunyikan sekantong Goldnya, tapi ditempat ini dia bisa membawanya tanpa merasa khawatir.

Para [Warrior] yang kuat berjalan kesana kemari sambil melihat Quest yang baru ditempelkan pada papan Quest, ketika orang yang mengerang berjalan dengan cepat di belakang mereka.

Kagami mengambil perkamen yang berada pada jendela Guild lalu pergi.

Perkamen ini adalah permintaan dari Kerajaan untuk para Petualang. Sebagai tambahan pada tujuan permintaan, terdapat daftar permintaan Item, senjata, dan armor yang tidak bisa didaptkan dengan cara yang biasa.

Meskipun kau harus membelinya, tapi ini adalah hal yang setimpal. Diantara item-item ini adalah Potion yang bisa dibeli di mana saja, dan Equipment yang mengandung kekuatan sihir yang unik.

Kerajaan menangani berbagai macam kebutuhan, didalamnya termasuk furnitur limited edition dari distrik terbaik di kota, beberapa adalah alat yang berbahaya, hewan peliharaan, eksklusif Maid dan Kepala Pelayan (Butler) bisa dibeli dari bangsawan, bahkan hak untuk budak. Akan tetapi, para Maid dan Butler mempunyai harga beragam yang membedakan nilai mereka. Dasarnya, Maid dimulai dari 20 Gold dan Butler 50 Gold. Namun, harga mereka berubah tergantung dari mana mereka berasal. Jika mereka berasal dari distrik terbaik, harganya bisa mencapai 1000 Gold, ketika dijual oleh bangsawan bisa mencapai 2000 Gold.

Item yang berharga 5000 Gold termasuk pedang legendaris yang tak bisa patah dan dapat membelah apapun, tapi tidak pernah ada satu orang pun yang membeli item semahal itu.

Diatas itu adalah 6000, 7000, 8000, dan 9000 Gold merupakan benda kelas Legendary, tapi dia tidak pernah mendengar seseorang ingin membeli benda-benda tersebut.

Alasannya sangat jelas. Equipment seperti itu tidak terlalu dibutuhkan. Meskipun kau membelinya, bukan berarti kau bisa mengalahkan Demon King dengan menggunakan barang-barang tersebut. Maukah seseorang yang membahayakan nyawanya untuk kepentingan dunia membeli barang semahal itu?

Tidak ada orang yang sebodoh itu.

Tapi, ada satu orang idiot.

Orang itu adalah Kagami

Tujuan Kagami adalah membeli barang seharga 10.000 Gold. Jadi, apakah itu? Dia bahkan tidak tahu benda apa itu. Benda ini dinyatakan adalah sebuah Item yang tidak pernah dilihat oelh Kerajaan, sebagai ganti dari 10.000 Gold.

[10,000 Gold : ???????]

Tidak ada yang pernah melihat seseorang mendapatkan Item ini. Benda tersebut lalu disebut sebagai Unknown Products. [Sesuatu] ini, setara dengan membayar 200 kali pendapatan seumur hidup seseorang. Tidak ada yang mencoba untuk mendapatkannya karena mereka tidak tahu benda apa itu.

Kagami ingin menikmati hidup hingga sepenuhnya. Ini benar-benar Unknown Item yang tak seorang pun bisa mendapatkannya. Tidak ada produk lain yang dapat membuat hatinya sesenang ini. Jika seseorang akan mendapatkan Item legendaris, hanya orang itu yang tahu bentuk aslinya.

Kesenangan dari superioritas dapat dirasakan setelah mendapatkan Item setingkat itu, berpasangan dengan gambaran keagungan, menjadi dorongan bagi Kagami untuk mendapatkan Gold.

Akan tetapi, meskipun ini adalah tujuan Kagami, dia tidak terburu-buru untuk mencapainya. Dia selalu menghambur-hamburkan uang, bahkan saat dia sedang mengumpulkan Gold yang dibutuhkan.

“Hari ini...sebelah sana. Sushi.”

Sekarangpun dia sedang mencoba menghabiskan 5 Gold yang didapatkannya hari ini.

Meskipun kenyataannya belakangan ini dia hanya bisa mendapatkan 1 Silver, Kagami tidak bisa melupakan rasa dari Sushi kelas atas. Saat sedang ditengah perjalanan, dia meneteskan air liur sambil membayangkan rasa dari Sushi tersebut.

Kota ini terletak di sebelah barat daya dari Imperial City, yang merupakan pusat dari dunia. Dikatakan bahwa tempat ini termasuk dalam salah satu dari 8 kota besar yang bisa menandingi Imperial City. Lokasinya yang dekat dengan laut menyebabkan banyak pedagang keliling, saudagar, dan traveling merchant berkumpul untuk membeli atau menjual barang yang langka. Mereka diikuti oleh orang-orang yang terbiasa membasmi para monster, mulai dari anggota Guild sampai para Mercenarie dan bahkan Adventurer.

Meskipun mempunyai populasi yang lebih sedikit, kemeriahan di kota Balman menyamai Imperial City.

Walaupun Kagami tidak mempunyai tempat tinggal di sini, dia selalu mengunjungi kota ini. Ini dikarenakan banyak sekali hal yang menarik yang dapat menarik minat orang-orang. Game Center adalah salah satunya.

“Haah.. seperti yang ku kira, alun-alun kota berada di sebelah sana. Menarik.”

Kagami bergumam sambil menjilati Ice Cream yang membuatnya tergoda saat dia sedang menuju restoran.

Para perekrut biasa merekrut anggota Party, seperti anggota Guild dan Adventurer yang cakap, di alun-alun kota untuk menyelesaikan Quest. Mereka juga sering merekrut di Villa.

Banyak orang yang berusaha merekrut anggota Party di sana sini, tapi hari ini sedikit berbeda.

Ada keramaian yang tidak biasa mengelilingi podium di tengah alun-alun kota.

“Tuan-tuan, tidakkah kalian ingin mengubah dunia ini? Membuat namamu tercatat dalam sejarah...Tidakkah kalian ingin menjadi Hero yang legendaris? Itu apa yang aku fikirkan! Dan...Aku ingin membebaskan dunia ini dari penderitaan!”

“Uoooooooooooooh!”

“Kenapa monster-monster itu tidak menghilang? Kenapa Imperial City tidak mengeluarkan Quest? Bahkan jika kalian pindah dari satu kota ke kota lainnya, bukankah kalian hanya akan di sewa sebagai Mercenaries?”

“Uoooooooooooooh!”

“Kenapa anak-anak kecil...harus sudah menggunakan senjata di usia yang masih muda? Kenapa mereka harus mengandalkan orang-orang yang kuat? Semua ini karena para Monster!”

Seorang pemuda berambut pirang, ramah, dan tampan, yang menggunakan gelang berhiaskan permata, berdiri di atas podium.

Dia berpakaian rapi dan menggunakan Protector yang menutupi bagian vitalnya, dan juga pakaian putih serta jubah yang terlihat anggun, meskipun seharusnya baju tersebut kotor.

Walaupun pemuda tersebut tidak terlihat terlalu kuat dengan pakaian yang seperti itu, dia dengan keras kepala mengatakan hal-hal tersebut pada para Adventurer.

Adalah hal yang wajar jika orang-orang yang tidak bisa menilai kekuatannya akan menganggap pemuda tersebut lemah setelah melihat kerapihan pakaiannya, tapi pemuda ini adalah pengecualian. Sebuah Status Window terlihat di sebelah pemuda itu, memperlihatkan dengan jelas Job [Hero] tertulis pada Status Windownya.

Ini adalah Job yang disebut sebagai yang paling langka diantara yang langka, karena sangat sedikit orang yang mempunyai Job ini. Sedikit orang yang beruntung bisa bertemu dengan Job ini, jadi hampir tidak ada yang mengabaikan pidatonya, malahan berkerumun disekitarnya.

“Diam, kau mengganggu orang di sekitarmu.”

Ini adalah hal pertama yang Kagami fikirkan setelah bertemu dengan Job yang langka.

Meskipun memberi pidato adalah hal yang bagus dan menarik karena Job [Hero] sangat langka, kepentingan orang-orang di sekitar juga harus diperhatikan. Ini adalah apa yang Kagami fikirkan sambil mengenang seorang pria tua yang sangat berisik yang hidup di lingkungan sekitar pada masa lampau.

“Yang memerintah para monster adalah Demon King! Itu benar, jika kita tidak mengalahkan Demon King, yang merupakan akar dari kejahatan, kedamaian tidak akan pernah tercapai! Untuk mengalahkan Demon King, aku sedang merekrut orang-orang yang percaya diri dapat bertarung bersama-sama!”

“Uoooooooooooooh!”

“Ikuti aku! Ini adalah kesempatan yang langka!”

Para pria di alun-alun kota menjadi bersemangat. Belum pernah ada seorangpun yang bisa mengalahkan Demon King. Pernah ada Party yang bisa mencapai kastil Demon King, dan ada juga yang bisa menyudutkannya. Dalam Party tersebut selalu ada seseorang yang mempunyai Job [Hero], yang merupakan alasan dari bersemangatnya para pria ini.

Dengan kemungkinan perjuangan mereka akan tercatat dalam sejarah, mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk membantu [Hero] tersebut.

“Hah...sangat seksi, kesempatan untuk tercatat dalam sejarah. Apalagi, bukankah akan menjadi sebuah kehormatan untuk bertualang dengan orang yang secantik itu?”

“Dan bukan hanya itu. Lihat Job dari wanita itu, bukankah dia seorang [Sage]? Party mereka tidak hanya mempunyai [Hero], tapi juga [Sage]. Kalau begitu, maka sepertinya kali ini kita akan dapat mengalahkan Demon King.”

Ada seorang wanita yang berdiri dengan gemetar, di sebelah pemuda tampan berambut pirang di podium. Dia mempunyai rambut panjang berwarna biru tua dan tonjolan dadanya cukup besar untuk terlihat melalui pakaiannya. Dia wanita yang menarik dan juga langsing yang lebih pendek dari [Hero] dan terlihat polos. Terlihat jelas dia masih cukup muda untuk dipanggi sebagai seorang gadis.

Walaupun dia terlihat seperti sedang mengantuk, dia memiliki kecantikan yang dapat membuat oran-orang meliriknya jika dia berjalan di tengah kota. [Sage] tersebut menggunakan banyak jubah yang masih memperlihatkan kulitnya yang putih dan rok pendek yang mengutamakan kemudahan dalam bergerak. Tidak ada alasan bagi pria sehat untuk tidak bergairah.

“Tapi, bukankah dulu pernah ada [Sage] dan [Hero] yang bekerja sama dalam satu Party? Walaupun begitu, Demon King tetap saja tidak terkalahkan dan kekuatannya telah tercatat dalam sejarah. Dia sangat kuat hingga dikenal dalam legenda sebagai monster yang paling ganas.”

“Bodoh, sebuah Party tidak menjadi sempurna hanya karena di dalamnya terdapat [Sage] dan [Hero]. Bukankah itu karena yang lainnya terlalu lemah? Bahkan pernah ada Party yang bisa mencapai kastil Demon King meskipun dalam Party tersebut tidak ada [Sage] dan [Hero]?”

Seorang [Warrior] berotot bergumam “Aku adalah orang yang kuat” dan tertawa dengan keras.

Sebenarnya, meskipun tidak membutuhkan seorang [Hero] untuk bisa mencapai kastil Demon King, sebuah Party tanpa [Hero] akan dianggap sebagai kelompok yang bertarung dengan kotor agar bisa mencapai tempat dimana mereka berada.

Ini adalah alasan kenapa [Hero] dan [Sage] akan berakhir berada dalam Party untuk melawan Demon King.

“Oi, Hero-sama! Usiaku 25 tahun, dan setelah melakuakan Quest mengalahkan monster, aku percaya diri dapat menghajar para monster yang lebih kuat! Bagaimana? Apa kau akan membawaku dalam Party mu?”

Pria besar yang mengatakan ini mengangkat tangannya lurus ke udara.

Hero yang sedang berdiri di podium menatap lurus Job pria itu yang terpampang pada Status Windownya.

“...[Warrior] huh? Fumu. Level berapa?”

“Hehe, dengarkan dan jangan terkejut...Levelku 86! Tentu saja aku tidak akan menjadi beban!”

Warrior berbadan besar itu dengan bangganya menunjukan Status Windownya. Orang-orang yang berkumpul di sekitar alun-alun kota berseru dengan penuh rasa kagum “Ooh~”.

“86...tidak cukup kuat. Selanjutnya.”

“H-hey! Jangan macam-macam denganku! Kenapa kau bilang aku tidak cukup kuat?”

Semua orang di alun-alun kota ribut penuh tanya pada keputusan Hero yang langsung menolak Warrior tersebut. Sebenarnya, Warrior berbadan besar tersebut menangis dengan keras yang membuat bingung orang-orang tersebut.

“Kau bukan seorang Warrior...Jika kita membicarakan tentang pertarungan jarak dekat, maka itu adalah Job ku. Kau tidak akan bisa lebih baik dariku, maka aku tidak bisa memasukkanmu kedalam Party.”

Saat Hero mengatakan hal ini, dia membuka dan memperlihatkan Status Window miliknya.

Angka 90 terpampang di sebelah Level.

Ketika Warrior tersebut melihatnya, dia tidak bisa berkata-kata.

“Meskipun aku tidak tahu kehidupan seperti apa yang telah kau alami, aku juga berjuang agar bisa mencapai titik ini. Jika seseorang yang mempunyai Job spesialisasi dalam pertarungan jarak dekat ingin pergi bersamaku, setidaknya dia harus berlevel 100.”

Banyak orang yang mengeluarkan suara kekecewaan mendengar pernyataannya.

“Tunggu sebentar! Level berapa Sage-sama yang berdiri di sana?”

“Levelnya adalah 42. Itu cukup kuat, bukan begitu?”

“Cu-cukup kuat katamu...! Levelnya bahkan tidak mencapai setengah dari Levelku!”

“Dia adalah seorang [Sage]. Dia akan menjadi orang yang dapat mendukungku. Dia lebih berharga dibandingkan denganmu. Dan juga...dia adalah putri dari negeri ini.”

Tidak ada seorangpun di alun-alun, tanpa terkecuali, bisa menyembunyikan keterkejutan mereka. Satu orang yang tidak terkejut tidak peduli.

“Dia adalah putri ketiga dari Imperial City Hexal Doria; seorang wanita yang bermartabat dan menerima nasib sebagai seorang [Sage] sejak kecil dan terus berlatih semenjak saat itu. Jika dia dapat mengalahkan Demon King...Jika keturunan langsung dari Raja dapat mengalahkan Demon King, tidakkah dunia akan menjadi damai ketika itu juga?”

Hero mengatakan sesuatu yang berbau politik. Namun, pada saat itu Warrior berbadan besar tersebut tak lagi mempunyai energi untuk membantah.

“Dan juga, aku hanya merekrut 2 orang! Seperti yang telah diumumkan, kami masih perlu untuk menjadi lebih kuat. Untuk alasan kenyamanan, tidak mungkin untuk melakukan perjalanan dengan grup yang besar! Aku, berjanji pada kalian bahwa kami akan merekrut kembali pada saat pertarungan yang telah dijanjikan. Bagi mereka yang ingin bergabung dalam Party kami untuk mengalahkan Demon King bisa berkumpul pada saat itu!”

Setelah pernyataan tersebut, para Petualang yang sedang berkerumun mulai pergi meninggalkan alun-alun kota satu persatu. Sebagian dari orang-orang yang tersisa adalah penonton yang penasaran, sedangkan sebagian lainnya berusaha dengan sia-sia untuk menjadi anggota Party.

Experience bisa didapatkan dari mengalahkan musuh. Nilai dari Exp berkurang seiring dengan meningkatnya Level seseorang, tapi akan membuat seseorang menjadi lebih kuat, dan jika kau membentuk sebuah Party, maka Exp akan didistribusikan pada setiap anggota.

Lebih mirip seperti diundang pada sebuah pertarungan daripada ke dalam sebuah Party. Oleh karena itu, biasanya sebuah Party hanya beranggotakan 4 orang. Untuk musuh yang tangguh, jika hanya ingin mengalahkannya, akan lebih baik jika membawa banyak orang.

“We-well sertakan aku! Aku Level 80 Monk!”

Orang berikutnya yang mencoba menjadi anggota Party, seorang pria paruh baya, dengan janggut yang lebat, dan tubuh yang kurus, memperkenalkan dirinya sendiri, dia membuka Status Window miliknya.

“Nope, selanjutnya.”

“Ke-kenapa!”

“Kemungkinan tinggi ini akan menjadi perjalanan yang lama, dan aku tidak tahu akan memakan waktu berapa tahun. Akan menjadi masalah jika pergerakanmu menjadi lambat seiring waktu...dan juga, defensemu terlalu rendah.”

Monk paruh baya itu jatuh berlutut, bergumam “T-tidak mungkin.” Bahkan diantara Job yang sama, Status tidak selalu sama. Perubahan kecil dalam Status bisa dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya, berlatih yang tidak menghasilkan Exp, atau bahkan kebiasaan makan. Skill dan Magic harus diingat juga, jadi walaupun ada 2 Monk dengan Level yang sama, akan ada perbedaan diantara mereka.

Kagami berfikir jika Hero tersebut bisa melihat sejauh itu, dia pasti sangat terampil.

“Kalau begitu, bagaimana denganku! Aku Level 73 Monk dan usiaku 20 tahun!”

“Kau juga tidak memenuhi kualifikasi, selanjutnya”

Kali ini seorang Monk muda memperkenalkan dirinya dan, sekali lagi, ditolak ketika itu juga, menyebabkan Kagami mengubah pendapatnya mengenai Hero.

“Ke-kenapa tidak!”

“Kau tidak bertujuan untuk menjadi lebih kuat di masa yang akan datang. Maaf, tapi menyerahlah.”

Sejujurnya, bisa melihat sejauh itu normalnya adalah mustahil. Tapi, ini memang tidak mungkin.

Kagami mulai bertanya-tanya mungkin saja ada kriteria tertentu yang Hero gunakan.

Itu adalah...pentingnya sebuah kesenangan.

“U...um, bagaimana denganku? Meskipun Levelku 50...”

Orang berikutnya yang maju adalah, seperti Sage yang berada di samping Hero, seorang wanita muda bertubuh kecil yang mempunyai rambut berwarna hijau muda dikepang sampai bahunya.

Meskipun tidak terlalu cantik, dia mempunyai mata besar yang menawan dan memancarkan aura yang membuat para pria ingin melindunginya.

“Fumu...diterima. Kemari dan bergabunglah dengan Party-ku.”

Ekspresi wanita Monk tersebut menjadi berseri mendengar perkataan Hero. Pada saat yang bersamaan, hujanan ejekan ditujukan pada Hero. Meskipun salah satu dari penonton mendengar alasan gadis tersebut diterima, mustahil untuk menanggapi pada keramaian dengan alasan yang membingungkan seperti “Masa depannya menjanjikan.”

Meskipun ini hanyalah sudut pandang Kagami, sangat memungkin bahwa Job Hero tidak benar-benar pantas untuk pertarungan jarak dekat dan dia bisa saja menerima orang lain kedalam Partynya jika Level mereka lebih dari 40.

Akan tetapi, itu hanya berlaku pada wanita.

Kesenangan yang Hero rencanakan adalah bersenang-senang dalam perjalanan dengan dikelilingi oleh para gadis cantik. Lalu dia bisa mendapatkan kehormatan mengalahkan Demon King. Ini adalah kesimpulan yang paling akurat. Benar sekali, Hero adalah seorang mesum.

“Ya, Ya~a! Woah, bagaimana denganku! Aku akan sangat berguna!”

Sebagai percobaan, Kagami mengangkat tangannya dan hanya memperlihatkan Jobnya.

“Seorang [Villager]? Ha... mungkinkah kau mengangkat tanganmu agar bisa lebih dekat dengan Putri dan aku tanpa mengerti posisimu sendiri? Selanjutnya. Kami hanya punya tempat untuk satu orang lagi.”

Tentu saja, Hero akan menolaknya bahkan tanpa melihat Status miliknya.

Normalnya, bahkan jika seorang [Villager] mengangkat tangannya, kau tetap akan melihat pada Status mereka, tapi Hero bahkan tidak repot-repot melihatnya. Pada titik ini, benar-benar tidak ada harapan baginya sebagai manusia.

Kecuali dia sangat kuat, tidak ada harapan baginya untuk diterima kedalam Party.

Kagami kehilangan rasa tertariknya pada Hero yang penuh dengan nafsu remaja dan pergi meninggalkan tempat itu ketika Hero memilih seorang wanita dengan Job [Magician].

Tidak ada komentar:

Posting Komentar