Chapter 1- Pemula yang menyatakan “Kami adalah Party [Hero]” (Part 1)
Clear Earth, dunia Sihir dan
Pedang. Di dunia ini, kematian terikat pada konsep HP.
Peraturannya sederhana.
Jika HP mu mencapai 0, kau
mati. Walaupun hanya ada 1 HP tersisa, kau akan selamat, meski kau akan
menderita luka yang serius.
Akan tetapi, konsep dari HP
tidak sama seperti pada Game. Hanya untuk mencerminkan kebugaran seseorang.
Contohnya, melukai seseorang
dengan membenturkan jidatnya berkali-kali tidak akan mengurangi HP mereka.
Pada dasarnya, HP akan
berkurang jika kau mengalami damage yang besar.
Kagami mendengar hal ini dari
ibunya dulu sekali, [Great Magician] ingin menunjukkan status kemampuan yang ada
pada orang-orang. Seiring waktu, ini mulai menunjukkan identitas dan kelayakan
seseorang, bahkan menjadi alat untuk memanipulasi orang.
Untuk Kagami, hal seperti itu
tidak berguna.
Gagasan bermalas-malasan
dirumah, pergi ke sisi berlawanan dari dunia menggunakan kendaraan yang dikenal
sebagai Pesawat, atau memperkuat tubuhmu dengan melakukan Push Up dan Berlari
sekarang hanya menjadi cerita dalam legenda.
Saat ini dia hidup di dunia
dimana tidak ada seorang pun yang mengenalnya, Kagami sudah menganggap dunia
ini sebagai realitinya.
Sebenarnya, Kagami menganggap
dunia ini sangat hebat.
Kaga mengatakan hal yang
seperti ini “Era ini adalah yang terbaik.”
Jika saja dia terlahir pada
saat Era of Legend, dia pasti akan menjadi makhluk legendaris [NEET], yang
dikatakan sangat ahli tidak melakukan apapun.
“Uoooooh! Hebat, orang ini
hebat sekali! Dengan ini, sudah 48 kali menang?”
Realitas seperti itu telah
dinikmati sepenuhnya.
Ini adalah Kagami.
90 persen Gold di dunia ini
digunakan pada hiburan.
Kagami mengetahui hal ini semenjak
muda.
Maka, Kagami memutuskan untuk
menjadi lebih kuat, agar bisa mendapatkan Gold.
Akan tetapi, pada saat yang
sama, Kagami menyadari kelemahan dirinya.
[Villager] hanya memiliki
kekuatan terbatas untuk bertarung.
Bahkan jika berjuang agar bertambah
kuat sebagai [Villager], Status [Villager] tidak akan sekuat Status dari orang yang
memiliki job yang pantas disebut sebagai Job yang berguna.
Namun, ini hanya berlaku
ketika orang-orang yang dibandingkan berada pada Level yang sama.
Jika seseorang hanya menaikkan
Levelnya, bahkan [Villager] bisa mendapat cukup kekuatan untuk mengalahka Green
Slime dengan upil.
Itulah mengapa Kagami dengan
sungguh-sungguh terus menerus mengalahkan Green Slime dengan serangan jarak
jauh hingga Levelnya meningkat. Pada pertarungan pertamanya, dia menyadari
bahwa dirinya bisa mengalahkan Green Slime tanpa terluka jika tetap melawannya
dengan cara pengecut menggunakan serangan jarak jauh.
Dengan Levelnya yang
meningkat, dia akan terus melawan monster yang menjatuhkan Gold lebih banyak.
Selama 20 tahun ini dia kekurangan tidur, dikarenakan memburu monster tanpa
lelah seakan dirinya sedang kerasukan.
Sebagai hasilnya, Kagami telah
mencapai Level 999.
Kini, Kagami bisa bermain-main
di tempat hiburan; tempat dari era legenda masa lalu. Pada saat ini, Game
Center menjadi Tanah Suci dimana hanya para millioner yang bisa bermain
dikarenakan tingginya biaya yang harus dikeluarkan.
“Orang itu, siapa sebenarnya
dia...?”
“Siapa yang tahu, tapi melihat
permainannya, mungkin saja dia sering datang kemari. Bahkan jika dia mempunyai
Job yang bermanfaat dan mengalahkan monster, dia tidak akan punya uang sebanyak
itu untuk digunakan. Aku penasaran dari keluarga pedagang kaya mana dia
datang?”
Pada dasarnya, Job pada Status
seseorang tidak terlihat oleh masyarakat umum. Saat dua orang berbincang
tentang hal yang sama, Level dan Status menjadi penting untuk menjadi pembeda.
Bisa dikatakan sebagai pelanggaran norma untuk mengklaim bahwa salah satu
metode perbandingan lebih unggul dari yang lainnya. Sebagai contoh, di masa
lalu sering dikatakan bahwa [Villager] tidak bisa bertarung walaupun mereka
membawa senjata.
Oleh karena itu, masyarakat
hanya butuh mengatahui Job seseorang saat mereka menyewa Mercenary untuk
menemani mereka dalam melakukan bisnis atau menghadiri sebuah pertemuan formal.
Akan tetapi, Kagami telah
menyembunyikan Jobnya. Alasannya sederhana. Job [Villager] selalu diremehkan dan
ditertawakan. Meskipun begitu, akan menjadi sebuah kejahatan norma untuk
diungkapkan. Karena hal ini merepotkan, Jobnya tidak diperlihatkan pada publik.
Jawabannya adalah uang. Selama kau mempunya uang, kau akan diperlakukan dengan
baik meskipun Jobmu tidak kau perlihatkan.
“Permisi, kalian tidak
terlihat seperti penonton. Ayo kita bertaruh. Zeze.”
Tingkah Kagami yang terlihat
seperti bermain-main, sebenarnya karena rasa laparnya akan kompetisi.
“Ja-jangan bercanda! Kami
tidak mungkin memainkan permainan dimana para Merchant biasanya bertaruh 100
Silver! Kami hanya berbincang-bincang karena kami sedang istirahat dari
pekerjaan kami!”
Setelah perbincangan tersebut,
Kagami meninggalkan Game Center. Sungguh bodoh bermain dengan 100 Silver, tidak
ada keuntungan untuk orang-orang yang bermain normal. Uang sebanyak itu bisa
digunakan untuk bermalam di penginapan kelas atas selama lima malam.
Kagami suka bermain permainan.
Ada jumlah minimal uang yang dibutuhkan untuk bisa bermain. Dia suka melakukan
apapun yang menurutnya menyenangkan, dan, tentu saja, berjudi adalah salah
satunya.
Hal ini dikarenakan Kagami, yang
telah mencapai Level 999, telah bosan mendapatkan Gold.
Mendapatkan Gold tidak
menyenangkan. Dia sering kali berkata mungkin tidak buruk untuk mendapatkan
pekerjaan agar bisa melakukan hal yang menyenangkan.
Jumlah Gold yang biasa
didapatkan oleh seseorang dalam hidup mereka adalah 50 Gold. Kagami saat ini
mempunyai 5480 Gold. Bisa dikatakan, sudah tidak ada artinya lagi untuk
mendapatkan Gold. Ada batasan berapa banyak tanah yang bisa dibeli oleh
seseorang, dan orang-orang dibatasi hanya boleh mempunyai maksimal dua bangunan
di perkotaan dalam area Imperial City.
Tetapi, Kagami, yang selalu
mengambil quest untuk memusnahkan monster, tidak empunyai tempat tinggal. Dia
mempertimbangkan untuk mempekerjakan asisten rumah tangga eksklusif, tapi
karena dia merasa tidak baik untuk membawa seseorang kemanapun, Kagami
memutuskan untuk membatalkannya. Dan keinginannya untuk menjadi pengelola
Kasino, walaupun dia akan mendapatkan uang lebih cepat daripada ketika dia
mengalahkan monster, Kagami mencapai keputusan bahwa menghajar monster lebih
menyenangkan.
Meskipun sedang mencari hobi
baru, Kagami tetap mendapatkan Gold.
Jika Kagami ditanya apakah ada
hal yang diinginkannya, mungkin dia akan berkata “Tidak”, tapi dia mempunyai
alasan lain untuk menghasilkan uang.
“...4515 Gold? Masih terlalu
jauh.”
Setelah meninggalkan Game
Center yang didatanginya, Kagami pergi menuju papan Quest Guild, yang merupakan
tujuan utamanya.
Adventurer Guild adalah
organisasi yang dikenal selalu mengeluarkan Quest mengalahkan monster atas nama
Imperial City, yang menguasai politik dan industri negara.
Guild memberikan bayaran untuk
setiap Quest yang diselesaikan. Kagami telah menghabiskan seminggu untuk
mengalahkan monster dan menyelesaikan setiap Quest, mendapatkan 5 Gold, yang
merupakan jumlah yang banyak.
Walaupun 5 Gold adalah jumlah
yang banyak, tapi bukan hal yang aneh orang-orang dalam Guild mempunyai uang
sebanyak itu. Bahkan orang yang hanya mengandalkan kekuatan fisik dapat
mengalahkan monster dengan mudah.
Normalnya, Kagami akan
menyembunyikan sekantong Goldnya, tapi ditempat ini dia bisa membawanya tanpa
merasa khawatir.
Para [Warrior] yang kuat
berjalan kesana kemari sambil melihat Quest yang baru ditempelkan pada papan
Quest, ketika orang yang mengerang berjalan dengan cepat di belakang mereka.
Kagami mengambil perkamen yang
berada pada jendela Guild lalu pergi.
Perkamen ini adalah permintaan
dari Kerajaan untuk para Petualang. Sebagai tambahan pada tujuan permintaan,
terdapat daftar permintaan Item, senjata, dan armor yang tidak bisa didaptkan
dengan cara yang biasa.
Meskipun kau harus membelinya,
tapi ini adalah hal yang setimpal. Diantara item-item ini adalah Potion yang
bisa dibeli di mana saja, dan Equipment yang mengandung kekuatan sihir yang
unik.
Kerajaan menangani berbagai
macam kebutuhan, didalamnya termasuk furnitur limited edition dari distrik terbaik
di kota, beberapa adalah alat yang berbahaya, hewan peliharaan, eksklusif Maid
dan Kepala Pelayan (Butler) bisa dibeli dari bangsawan, bahkan hak untuk budak.
Akan tetapi, para Maid dan Butler mempunyai harga beragam yang membedakan nilai
mereka. Dasarnya, Maid dimulai dari 20 Gold dan Butler 50 Gold. Namun, harga
mereka berubah tergantung dari mana mereka berasal. Jika mereka berasal dari
distrik terbaik, harganya bisa mencapai 1000 Gold, ketika dijual oleh bangsawan
bisa mencapai 2000 Gold.
Item yang berharga 5000 Gold
termasuk pedang legendaris yang tak bisa patah dan dapat membelah apapun, tapi
tidak pernah ada satu orang pun yang membeli item semahal itu.
Diatas itu adalah 6000, 7000,
8000, dan 9000 Gold merupakan benda kelas Legendary, tapi dia tidak pernah mendengar
seseorang ingin membeli benda-benda tersebut.
Alasannya sangat jelas.
Equipment seperti itu tidak terlalu dibutuhkan. Meskipun kau membelinya, bukan
berarti kau bisa mengalahkan Demon King dengan menggunakan barang-barang
tersebut. Maukah seseorang yang membahayakan nyawanya untuk kepentingan dunia
membeli barang semahal itu?
Tidak ada orang yang sebodoh
itu.
Tapi, ada satu orang idiot.
Orang itu adalah Kagami
Tujuan Kagami adalah membeli
barang seharga 10.000 Gold. Jadi, apakah itu? Dia bahkan tidak tahu benda apa
itu. Benda ini dinyatakan adalah sebuah Item yang tidak pernah dilihat oelh
Kerajaan, sebagai ganti dari 10.000 Gold.
[10,000 Gold : ???????]
Tidak ada yang pernah melihat
seseorang mendapatkan Item ini. Benda tersebut lalu disebut sebagai Unknown
Products. [Sesuatu] ini, setara dengan membayar 200 kali pendapatan seumur
hidup seseorang. Tidak ada yang mencoba untuk mendapatkannya karena mereka
tidak tahu benda apa itu.
Kagami ingin menikmati hidup
hingga sepenuhnya. Ini benar-benar Unknown Item yang tak seorang pun bisa
mendapatkannya. Tidak ada produk lain yang dapat membuat hatinya sesenang ini.
Jika seseorang akan mendapatkan Item legendaris, hanya orang itu yang tahu
bentuk aslinya.
Kesenangan dari superioritas
dapat dirasakan setelah mendapatkan Item setingkat itu, berpasangan dengan
gambaran keagungan, menjadi dorongan bagi Kagami untuk mendapatkan Gold.
Akan tetapi, meskipun ini adalah
tujuan Kagami, dia tidak terburu-buru untuk mencapainya. Dia selalu
menghambur-hamburkan uang, bahkan saat dia sedang mengumpulkan Gold yang
dibutuhkan.
“Hari ini...sebelah sana.
Sushi.”
Sekarangpun dia sedang mencoba
menghabiskan 5 Gold yang didapatkannya hari ini.
Meskipun kenyataannya
belakangan ini dia hanya bisa mendapatkan 1 Silver, Kagami tidak bisa melupakan
rasa dari Sushi kelas atas. Saat sedang ditengah perjalanan, dia meneteskan air
liur sambil membayangkan rasa dari Sushi tersebut.
Kota ini terletak di sebelah
barat daya dari Imperial City, yang merupakan pusat dari dunia. Dikatakan bahwa
tempat ini termasuk dalam salah satu dari 8 kota besar yang bisa menandingi
Imperial City. Lokasinya yang dekat dengan laut menyebabkan banyak pedagang
keliling, saudagar, dan traveling merchant berkumpul untuk membeli atau menjual
barang yang langka. Mereka diikuti oleh orang-orang yang terbiasa membasmi para
monster, mulai dari anggota Guild sampai para Mercenarie dan bahkan Adventurer.
Meskipun mempunyai populasi
yang lebih sedikit, kemeriahan di kota Balman menyamai Imperial City.
Walaupun Kagami tidak
mempunyai tempat tinggal di sini, dia selalu mengunjungi kota ini. Ini
dikarenakan banyak sekali hal yang menarik yang dapat menarik minat orang-orang.
Game Center adalah salah satunya.
“Haah.. seperti yang ku kira,
alun-alun kota berada di sebelah sana. Menarik.”
Kagami bergumam sambil
menjilati Ice Cream yang membuatnya tergoda saat dia sedang menuju restoran.
Para perekrut biasa merekrut
anggota Party, seperti anggota Guild dan Adventurer yang cakap, di alun-alun
kota untuk menyelesaikan Quest. Mereka juga sering merekrut di Villa.
Banyak orang yang berusaha
merekrut anggota Party di sana sini, tapi hari ini sedikit berbeda.
Ada keramaian yang tidak biasa
mengelilingi podium di tengah alun-alun kota.
“Tuan-tuan, tidakkah kalian
ingin mengubah dunia ini? Membuat namamu tercatat dalam sejarah...Tidakkah
kalian ingin menjadi Hero yang legendaris? Itu apa yang aku fikirkan! Dan...Aku
ingin membebaskan dunia ini dari penderitaan!”
“Uoooooooooooooh!”
“Kenapa monster-monster itu
tidak menghilang? Kenapa Imperial City tidak mengeluarkan Quest? Bahkan jika
kalian pindah dari satu kota ke kota lainnya, bukankah kalian hanya akan di
sewa sebagai Mercenaries?”
“Uoooooooooooooh!”
“Kenapa anak-anak
kecil...harus sudah menggunakan senjata di usia yang masih muda? Kenapa mereka
harus mengandalkan orang-orang yang kuat? Semua ini karena para Monster!”
Seorang pemuda berambut
pirang, ramah, dan tampan, yang menggunakan gelang berhiaskan permata, berdiri
di atas podium.
Dia berpakaian rapi dan
menggunakan Protector yang menutupi bagian vitalnya, dan juga pakaian putih
serta jubah yang terlihat anggun, meskipun seharusnya baju tersebut kotor.
Walaupun pemuda tersebut tidak
terlihat terlalu kuat dengan pakaian yang seperti itu, dia dengan keras kepala
mengatakan hal-hal tersebut pada para Adventurer.
Adalah hal yang wajar jika
orang-orang yang tidak bisa menilai kekuatannya akan menganggap pemuda tersebut
lemah setelah melihat kerapihan pakaiannya, tapi pemuda ini adalah
pengecualian. Sebuah Status Window terlihat di sebelah pemuda itu,
memperlihatkan dengan jelas Job [Hero] tertulis pada Status Windownya.
Ini adalah Job yang disebut
sebagai yang paling langka diantara yang langka, karena sangat sedikit orang
yang mempunyai Job ini. Sedikit orang yang beruntung bisa bertemu dengan Job
ini, jadi hampir tidak ada yang mengabaikan pidatonya, malahan berkerumun
disekitarnya.
“Diam, kau mengganggu orang di
sekitarmu.”
Ini adalah hal pertama yang
Kagami fikirkan setelah bertemu dengan Job yang langka.
Meskipun memberi pidato adalah
hal yang bagus dan menarik karena Job [Hero] sangat langka, kepentingan
orang-orang di sekitar juga harus diperhatikan. Ini adalah apa yang Kagami
fikirkan sambil mengenang seorang pria tua yang sangat berisik yang hidup di
lingkungan sekitar pada masa lampau.
“Yang memerintah para monster
adalah Demon King! Itu benar, jika kita tidak mengalahkan Demon King, yang
merupakan akar dari kejahatan, kedamaian tidak akan pernah tercapai! Untuk
mengalahkan Demon King, aku sedang merekrut orang-orang yang percaya diri dapat
bertarung bersama-sama!”
“Uoooooooooooooh!”
“Ikuti aku! Ini adalah
kesempatan yang langka!”
Para pria di alun-alun kota
menjadi bersemangat. Belum pernah ada seorangpun yang bisa mengalahkan Demon
King. Pernah ada Party yang bisa mencapai kastil Demon King, dan ada juga yang
bisa menyudutkannya. Dalam Party tersebut selalu ada seseorang yang mempunyai
Job [Hero], yang merupakan alasan dari bersemangatnya para pria ini.
Dengan kemungkinan perjuangan
mereka akan tercatat dalam sejarah, mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan
untuk membantu [Hero] tersebut.
“Hah...sangat seksi,
kesempatan untuk tercatat dalam sejarah. Apalagi, bukankah akan menjadi sebuah
kehormatan untuk bertualang dengan orang yang secantik itu?”
“Dan bukan hanya itu. Lihat
Job dari wanita itu, bukankah dia seorang [Sage]? Party mereka tidak hanya
mempunyai [Hero], tapi juga [Sage]. Kalau begitu, maka sepertinya kali ini kita
akan dapat mengalahkan Demon King.”
Ada seorang wanita yang
berdiri dengan gemetar, di sebelah pemuda tampan berambut pirang di podium. Dia
mempunyai rambut panjang berwarna biru tua dan tonjolan dadanya cukup besar
untuk terlihat melalui pakaiannya. Dia wanita yang menarik dan juga langsing
yang lebih pendek dari [Hero] dan terlihat polos. Terlihat jelas dia masih cukup
muda untuk dipanggi sebagai seorang gadis.
Walaupun dia terlihat seperti sedang
mengantuk, dia memiliki kecantikan yang dapat membuat oran-orang meliriknya
jika dia berjalan di tengah kota. [Sage] tersebut menggunakan banyak jubah yang
masih memperlihatkan kulitnya yang putih dan rok pendek yang mengutamakan
kemudahan dalam bergerak. Tidak ada alasan bagi pria sehat untuk tidak
bergairah.
“Tapi, bukankah dulu pernah
ada [Sage] dan [Hero] yang bekerja sama dalam satu Party? Walaupun begitu, Demon
King tetap saja tidak terkalahkan dan kekuatannya telah tercatat dalam sejarah.
Dia sangat kuat hingga dikenal dalam legenda sebagai monster yang paling
ganas.”
“Bodoh, sebuah Party tidak
menjadi sempurna hanya karena di dalamnya terdapat [Sage] dan [Hero]. Bukankah itu karena
yang lainnya terlalu lemah? Bahkan pernah ada Party yang bisa mencapai kastil
Demon King meskipun dalam Party tersebut tidak ada [Sage] dan [Hero]?”
Seorang [Warrior] berotot
bergumam “Aku adalah orang yang kuat” dan tertawa dengan keras.
Sebenarnya, meskipun tidak
membutuhkan seorang [Hero] untuk bisa mencapai kastil Demon King, sebuah Party
tanpa [Hero] akan dianggap sebagai kelompok yang bertarung dengan kotor agar bisa
mencapai tempat dimana mereka berada.
Ini adalah alasan kenapa [Hero]
dan [Sage] akan berakhir berada dalam Party untuk melawan Demon King.
“Oi, Hero-sama! Usiaku 25
tahun, dan setelah melakuakan Quest mengalahkan monster, aku percaya diri dapat
menghajar para monster yang lebih kuat! Bagaimana? Apa kau akan membawaku dalam
Party mu?”
Pria besar yang mengatakan ini
mengangkat tangannya lurus ke udara.
Hero yang sedang berdiri di
podium menatap lurus Job pria itu yang terpampang pada Status Windownya.
“...[Warrior] huh? Fumu. Level
berapa?”
“Hehe, dengarkan dan jangan
terkejut...Levelku 86! Tentu saja aku tidak akan menjadi beban!”
Warrior berbadan besar itu
dengan bangganya menunjukan Status Windownya. Orang-orang yang berkumpul di
sekitar alun-alun kota berseru dengan penuh rasa kagum “Ooh~”.
“86...tidak cukup kuat.
Selanjutnya.”
“H-hey! Jangan macam-macam
denganku! Kenapa kau bilang aku tidak cukup kuat?”
Semua orang di alun-alun kota
ribut penuh tanya pada keputusan Hero yang langsung menolak Warrior tersebut.
Sebenarnya, Warrior berbadan besar tersebut menangis dengan keras yang membuat
bingung orang-orang tersebut.
“Kau bukan seorang
Warrior...Jika kita membicarakan tentang pertarungan jarak dekat, maka itu
adalah Job ku. Kau tidak akan bisa lebih baik dariku, maka aku tidak bisa
memasukkanmu kedalam Party.”
Saat Hero mengatakan hal ini,
dia membuka dan memperlihatkan Status Window miliknya.
Angka 90 terpampang di sebelah
Level.
Ketika Warrior tersebut
melihatnya, dia tidak bisa berkata-kata.
“Meskipun aku tidak tahu
kehidupan seperti apa yang telah kau alami, aku juga berjuang agar bisa
mencapai titik ini. Jika seseorang yang mempunyai Job spesialisasi dalam
pertarungan jarak dekat ingin pergi bersamaku, setidaknya dia harus berlevel
100.”
Banyak orang yang mengeluarkan
suara kekecewaan mendengar pernyataannya.
“Tunggu sebentar! Level berapa
Sage-sama yang berdiri di sana?”
“Levelnya adalah 42. Itu cukup
kuat, bukan begitu?”
“Cu-cukup kuat katamu...!
Levelnya bahkan tidak mencapai setengah dari Levelku!”
“Dia adalah seorang [Sage]. Dia
akan menjadi orang yang dapat mendukungku. Dia lebih berharga dibandingkan
denganmu. Dan juga...dia adalah putri dari negeri ini.”
Tidak ada seorangpun di
alun-alun, tanpa terkecuali, bisa menyembunyikan keterkejutan mereka. Satu
orang yang tidak terkejut tidak peduli.
“Dia adalah putri ketiga dari
Imperial City Hexal Doria; seorang wanita yang bermartabat dan menerima nasib
sebagai seorang [Sage] sejak kecil dan terus berlatih semenjak saat itu. Jika dia
dapat mengalahkan Demon King...Jika keturunan langsung dari Raja dapat
mengalahkan Demon King, tidakkah dunia akan menjadi damai ketika itu juga?”
Hero mengatakan sesuatu yang
berbau politik. Namun, pada saat itu Warrior berbadan besar tersebut tak lagi
mempunyai energi untuk membantah.
“Dan juga, aku hanya merekrut
2 orang! Seperti yang telah diumumkan, kami masih perlu untuk menjadi lebih
kuat. Untuk alasan kenyamanan, tidak mungkin untuk melakukan perjalanan dengan
grup yang besar! Aku, berjanji pada kalian bahwa kami akan merekrut kembali
pada saat pertarungan yang telah dijanjikan. Bagi mereka yang ingin bergabung
dalam Party kami untuk mengalahkan Demon King bisa berkumpul pada saat itu!”
Setelah pernyataan tersebut,
para Petualang yang sedang berkerumun mulai pergi meninggalkan alun-alun kota
satu persatu. Sebagian dari orang-orang yang tersisa adalah penonton yang
penasaran, sedangkan sebagian lainnya berusaha dengan sia-sia untuk menjadi
anggota Party.
Experience bisa didapatkan
dari mengalahkan musuh. Nilai dari Exp berkurang seiring dengan meningkatnya
Level seseorang, tapi akan membuat seseorang menjadi lebih kuat, dan jika kau
membentuk sebuah Party, maka Exp akan didistribusikan pada setiap anggota.
Lebih mirip seperti diundang
pada sebuah pertarungan daripada ke dalam sebuah Party. Oleh karena itu,
biasanya sebuah Party hanya beranggotakan 4 orang. Untuk musuh yang tangguh,
jika hanya ingin mengalahkannya, akan lebih baik jika membawa banyak orang.
“We-well sertakan aku! Aku
Level 80 Monk!”
Orang berikutnya yang mencoba
menjadi anggota Party, seorang pria paruh baya, dengan janggut yang lebat, dan
tubuh yang kurus, memperkenalkan dirinya sendiri, dia membuka Status Window
miliknya.
“Nope, selanjutnya.”
“Ke-kenapa!”
“Kemungkinan tinggi ini akan
menjadi perjalanan yang lama, dan aku tidak tahu akan memakan waktu berapa
tahun. Akan menjadi masalah jika pergerakanmu menjadi lambat seiring
waktu...dan juga, defensemu terlalu rendah.”
Monk paruh baya itu jatuh
berlutut, bergumam “T-tidak mungkin.” Bahkan diantara Job yang sama, Status
tidak selalu sama. Perubahan kecil dalam Status bisa dipengaruhi oleh
lingkungan sekitarnya, berlatih yang tidak menghasilkan Exp, atau bahkan
kebiasaan makan. Skill dan Magic harus diingat juga, jadi walaupun ada 2 Monk
dengan Level yang sama, akan ada perbedaan diantara mereka.
Kagami berfikir jika Hero
tersebut bisa melihat sejauh itu, dia pasti sangat terampil.
“Kalau begitu, bagaimana
denganku! Aku Level 73 Monk dan usiaku 20 tahun!”
“Kau juga tidak memenuhi
kualifikasi, selanjutnya”
Kali ini seorang Monk muda
memperkenalkan dirinya dan, sekali lagi, ditolak ketika itu juga, menyebabkan
Kagami mengubah pendapatnya mengenai Hero.
“Ke-kenapa tidak!”
“Kau tidak bertujuan untuk
menjadi lebih kuat di masa yang akan datang. Maaf, tapi menyerahlah.”
Sejujurnya, bisa melihat
sejauh itu normalnya adalah mustahil. Tapi, ini memang tidak mungkin.
Kagami mulai bertanya-tanya
mungkin saja ada kriteria tertentu yang Hero gunakan.
Itu adalah...pentingnya sebuah
kesenangan.
“U...um, bagaimana denganku? Meskipun
Levelku 50...”
Orang berikutnya yang maju
adalah, seperti Sage yang berada di samping Hero, seorang wanita muda bertubuh
kecil yang mempunyai rambut berwarna hijau muda dikepang sampai bahunya.
Meskipun tidak terlalu cantik,
dia mempunyai mata besar yang menawan dan memancarkan aura yang membuat para
pria ingin melindunginya.
“Fumu...diterima. Kemari dan
bergabunglah dengan Party-ku.”
Ekspresi wanita Monk tersebut
menjadi berseri mendengar perkataan Hero. Pada saat yang bersamaan, hujanan
ejekan ditujukan pada Hero. Meskipun salah satu dari penonton mendengar alasan
gadis tersebut diterima, mustahil untuk menanggapi pada keramaian dengan alasan
yang membingungkan seperti “Masa depannya menjanjikan.”
Meskipun ini hanyalah sudut
pandang Kagami, sangat memungkin bahwa Job Hero tidak benar-benar pantas untuk
pertarungan jarak dekat dan dia bisa saja menerima orang lain kedalam Partynya
jika Level mereka lebih dari 40.
Akan tetapi, itu hanya berlaku
pada wanita.
Kesenangan yang Hero
rencanakan adalah bersenang-senang dalam perjalanan dengan dikelilingi oleh
para gadis cantik. Lalu dia bisa mendapatkan kehormatan mengalahkan Demon King.
Ini adalah kesimpulan yang paling akurat. Benar sekali, Hero adalah seorang
mesum.
“Ya, Ya~a! Woah, bagaimana
denganku! Aku akan sangat berguna!”
Sebagai percobaan, Kagami
mengangkat tangannya dan hanya memperlihatkan Jobnya.
“Seorang [Villager]? Ha...
mungkinkah kau mengangkat tanganmu agar bisa lebih dekat dengan Putri dan aku
tanpa mengerti posisimu sendiri? Selanjutnya. Kami hanya punya tempat untuk
satu orang lagi.”
Tentu saja, Hero akan
menolaknya bahkan tanpa melihat Status miliknya.
Normalnya, bahkan jika seorang
[Villager] mengangkat tangannya, kau tetap akan melihat pada Status mereka, tapi
Hero bahkan tidak repot-repot melihatnya. Pada titik ini, benar-benar tidak ada
harapan baginya sebagai manusia.
Kecuali dia sangat kuat, tidak
ada harapan baginya untuk diterima kedalam Party.